كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ LINTAS ASWAJA menyajikan petikan artikel dari bog-blog dan website-website ASWAJA sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semogga semua petikan artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 26 Juni 2012

Maulid Nabi Saw dan syubhat-syubhat para penentangnya (Bag I)

Syubhat Salafi – Wahabi :

Syubhat pertama :

Kebanyakan umat muslim yang merayakan hari kelahiran Nabi Saw telah berkeyakinan dan menjadikan mauled sebagai salah satu id (hari raya) umat muslim padahal hari raya itu dalam syare’at hanya ada dua yaitu I’dhul Fithri dan I’dhul Adha saja.

Jawaban :

Syubhat mereka ini tidak ada lain bersumber dari tuduhan  gegabah yang tidak terbukti sama sekali dan kedangkalan mereka dari pemahaman I’d secara bahasa dan syare’at.
Umat muslim yang memperingati mauled Nabi Saw tidak ada satupun yang memandang apalagi berkeyakinan bahwa mauled itu sebagai hari raya sebagaimana hari raya fitri dan adha. Kami berkeyakinan hari raya dalam Islam hanya dua yaitu I’dul fitri dan I’dul adha. Maka tuduhan salafi-wahabi ini hanyalah dusta belaka dan tidak pernah terbukti sama sekali
=>>Lanjutkan membaca di sumbernya<<=

0 komentar:

Poskan Komentar