كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ LINTAS ASWAJA menyajikan petikan artikel dari bog-blog dan website-website ASWAJA sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semogga semua petikan artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 26 Juni 2012

Kesalah pahaman di dalam memaknai Iftiraq dan ikhtilaf (Membongkar ciri-ciri aliran sesat) Bag I

Ada sebagian dari kelompok salafi atau wahabi yang sering mempermasalahkan dan memperuncing suatu persoalan yang masih dalam lingkup ijtihadiyyah atau khilafiyyah, misalnya masalah qunut, sholat di pekuburan, membaca al-Quran di pekuburan, isbal dan lainnya. Sehingga mereka berani memvonis salah orang lain yang bertentangan dengan mereka dan merasa pendapatnya paling benar dari yang lainnya. Sungguh mereka salah memposisikan mana masalah ikhtilaf dan mana masalah iftiraq dan tidak memahami dengan baik definisi dan makna dari keduanya.

Di sini saya akan menjelaskan secara singkat makna dari ikhtilaf dan iftiraq dan perbedaan di antara keduanya. Dan saya akan membongkar siapa sebenarnya yang telah berbuat iftiraq dengan data dan bukti yang kuat, akurat dan autentik.



Allah Subhanu wa ta’aala melarang umat muslim berpecah belah :

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

“ Berpeganglah kalian dengan tali Allah dan janganlah bercerai berai “ (QS.Ali-Imran : 103)

Kalimat Jamii’an (Semuanya / bersatu) dalam nahwu berkedudukan menjadi haal (keadaan), maka artinya “ Jadilah kalian dalam keadaan bersatu dengan berpegang teguh pada tali Allah =>>Lanjutkan membaca di sumbernya<<=

0 komentar:

Poskan Komentar